Sunday, August 12, 2007

Basarnas Pantau Indramayu


Gempa, Kilang Balongan Sempat Terhenti 4 Jam INDRAMAYU - Pascagempa 7 skala richter yang mengguncang sejumlah wilayah di Pulau Jawa yang berpusat di Kabupaten Indramayu, Kamis (9/8) malam pukul 00.04.58 WIB, mengundang perhatian semua pihak. Tim Badan Sar Nasional (Basarnas) beserta Lanal Cirebon segera melakukan pemantauan langsung lewat udara guna mengetahui keadaan di sejumlah wilayah yang diguncang gempa.

Mereka menggunakan helikopter milik TNI AU, lalu memantau wilayah dari mulai Kabupaten Indramayu, Cirebon, Brebes hingga Kabupaten Tegal.

Pantuan Radar, tim Basarnas yang dipimpin Komandan Opersional Angkatan Laut (Dansional) Cirebon, Letkol (P) Denih Hendrata sekitar pukul 10.00, melakukan pemantauan di sejumlah pantai hingga di tengah laut. Untuk sementara, tim Basarnas tidak menemukan ada kerusakan di sejumlah wilayah yang terkena gempa. "Walaupun begitu, masyarakat tetap harus waspada," ujar Dansional Cirebon, Lelkol (P) Denih Hendarta kepada wartawan usai melakukan pemantauan lewat udara.

Menurut Denih, Basarnas dan Lanal Cirebon belum menemukan adanya kerusakan fisik yang terjadi di wilayah Indramayu dan sekitarnya. Pemantauan lewat udara ini dilakukan untuk memastikan kondisi sesungguhnya setelah pascagempa. Sekitar satu jam mereka memantau lewat udara, serta hasilnya tidak ditemukan adanya kerusakan pada bangunan. "Kami meminta kepada masyarakat Indramayu tetap waspada dan mudah-mudahan semuanya diberikan keselamatan," ungkap Lelkol (P) Denih Hendarta.

Sementara itu Bupati H Irianto MS Syafiuddin tak henti-hentinya menyebut asma Allah yang telah memberikan keselamatan kepada seluruh masyarakat Indramayu. Orang nomor satu di lingkungan Pemkab Indramayu mengimbau kepada masyarakat untuk melaksanakan sujud sukur. "Kami meminta kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Indramayu, untuk melaksanakan sujud sukur sekaligus minta keselamatan kepada Allah," jelas Yance, Kamis (9/8) di ruang kerjanya.

Masih menurut Yance, dari hasil pemantauan Satkorlak di lapangan belum menemukan adanya kerusakan fisik yang terjadi di Indramayu. Hanya saja, gempa yang mengoyang Indramayu dirasakan getarannya saja. Oleh kareannya, warga tidak perlu panik, serta kembali ke rumahnya masing-masing sambil tetap berdoa agar gempa tektonik ini tidak lagi terjadi di Indramayu.

Sampai berita ini ditulis, sebagian masyarakat di Desa Limbangan, Kecamatan Juntinyuat, lebih memilih meninggalkan rumahnya ke tempat yang lebih aman dari guncangan gempa. Karena terus dihantui rasa ketakutan, ratusan pelajar di sekolah dasar (SD) di desa setempat terpaksa diliburkan untuk sementara. Sebab, banyak siswa yang tidak bersekolah karena ikut ngungsi dengan orang tuanya," jelas Kepala SDN 1 Limbangan Warsim.

** KILANG BALONGAN

Pengolahan kilang minyak PT Pertamina (Persero) UP VI Balongan mendadak berhenti, setelah terjadinya gempa bersekala 7 skala richter yang menguncang wilayah Indramayu, dan sekitarnya. Kilang yang memproduksi bahan bakar minyak (BBM) jenis minyak mentah (cruide oil) selama empat jam terhenti, menyusul tiga dari lima generator listrik di pusat pengolahan tersebut mendadak padam akibat gempa.

Kepala Humas UP VI Balongan, Ir Daryanto menjelaskan, produksi kilang UP VI Balongan memang sempat terhambat beberapa jam, setelah terjadinnya gempa yang melanda Indramyu, dan sekitarnya. Dijelaskjanya, matinya tiga generator di lokasi kilang membuat seluruh pegawai di bagian pengolahan kilang panik, karena getaran gempa ketika itu terasa di areal kilang. Namun, menurut Daryanto, pengolahan kembali normal sekitar pukul 04.00 dini hari, akan tetapi tetap hanya dua generator yang bisa digunakan untuk membantu kegiatan produksi kilang,"ungkap Daryanto kepada wartawan, Kamis (9/8) di ruang kerjannya.

Daryanto menambahkan, gempa yang terjadi di Pulau Jawa berpusat di Kabupaten Indramayu, mengakibatkan kerugian besar bagi UP VI Balongan. Selain kerugian produksi terhampat, kapasitas produksi juga mengalami penurunan. Dengan penurunan produksi, jelas berakibat pada kerugian yang dialami UP VI Balongan."Kami tidak bisa mengloba beberapa kerugian, akan tetapi yang jelas ada kerugian akibat keterlambatan produksi,"jelas Daryanto.

Ditambahkannya, untuk pendistribusian BBM di sejumlah daerah tetap berjalan normal seperti biasanya, meski ada sedikit hambatan. Sedangkan tiga generator yang mengalami kerusakan sekitar pukul 04.00 dini hari kembali normal, sehingga produksi kilang berjalan seperti semula. (dun)

No comments: